Author Mushoku Tensei Jelaskan Mengapa Pakaian Vella Sangat Terbuka

Beberapa karakter baru muncul di part kedua anime Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation, salah satu yang paling disorot oleh penonton adalah Vella. Wanita ini ditampilakan dengan pakaian sangat terbuka, membuatnya dengan mudah mencuri perhatian Rudeus dan para pria.

Namun, author Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation nampaknya tidak ingin para penggemar berpikir buruk atau salah paham mengenai ini, terutama tentang pakaian Vella dan hubungannya dengan Paul Greyrat.

Karena itu, Rifujin na Magonote pun menjelaskan hal tersebut melalui postingannya di Twitter. Berikut tweet dari penulis.

Vella dan Shella adalah saudara yang merupakan petualang di wilayah Fittoa. Karena pengalaman mengerikan yang dia alami setelah “Insiden Teleportasi”, Shella memiliki androfobia (fobia terhadap laki-laki), jadi Vella memakai baju besi yang sangat terbuka sehingga tatapan laki-laki tertuju padanya dan bukan pada saudara perempuannya. Efeknya seperti yang Anda lihat di pertemuan pertamanya dengan Rudeus.

Dia juga menjelaskan bahwa Vella kerap merawat Norn saat Paul sedang minum. Dia adalah gadis yang baik. Paul melarikan diri ke alkohol dengan putus asa, tetapi tidak ke wanita, jadi tidak ada hubungan fisik di antara keduanya.

Di tweet yang lain, Rifujin mengatakan bahwa Eris Boreas Greyrat sepenuhnya siap untuk membunuh Paul dengan serius dan agresivitasnya terhadap Ruijerd membuat itu cukup jelas.

Terakhir, ia mengungkapkan bahwa Geese Nukadia, seperti Elinalise Dragonroad dan Tallhand, mereka pernah menjadi anggota petualang di tim yang sama dengan Paul Greyrat. 

Geese tidak memberi tahu Rudeus tentang Paul karena ingin menikmati reuni antara keduanya di kursi khusus. Itu sebabnya dia menyuruh mereka berdua untuk “pergi ke Guild Petualang,” meskipun semuanya tidak berjalan sesuai harapannya.

Serial anime Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation part 2 mulai ditayangkan pada 4 Oktober. Funimation bertanggung jawab mendistribusikannya di barat, anime juga tersedia di Muse dan iQiyi dengan beberapa pilihan subtiitle, termasuk bahasa Indonesia.

Source
Otakomu