Konsumsi Anime Meningkat 2 kali Lipat Dalam 4 Tahun Terakhir

Permasalahan yang tengah melanda industri anime dalam satu dekade terakhir, khususnya pandemi dan juga rendahnya bayaran animator turut mempengaruhi tingkat produksi anime. Namun, hal tersebut tidak berbanding lurus dengan tingkat permintaannya, dan turut diketahui bahwa selama 4 tahun terakhir tingkat konsumsi anime meningkat 2 kali lipat. Berdasarkan data yang dilaporkan, 4.7 persen pengguna layanan streaming meminta konten hiburan anime sementara hanya 3.2 persen konten yang sesuai.  

Detail yang dibagikan oleh portal Variety turut mengungkapkan bahwa sebuah layanan Hulu menjadi layanan streaming paling banyak digunakan di Amerika dengan nilai 21 persen, disusul oleh Netflix (18%), Disney+ (4.6%), Crunchyroll (3.5%) dan Funimation (2.7%).

Selain itu, menurut laporan di tahun 2019 yang dilakukan perusahaan riset keuangan Teikoku Databank tentang industri anime menjelaskan sekalipun dilakukan investasi, permintaan yang meningkat tetap tidak dapat dipenuhi. Hal ini disebabkan jadwal yang ketat dan penurunan produktivitas yang sesuai, yang dapat menyebabkan pendapatan yang lebih rendah dalam jangka yang sangat panjang.

Prospek untuk tahun 2020 dan seterusnya kemungkinan akan mencakup penyesuaian lebih lanjut untuk meningkatkan kondisi kerja bagi animator. Hal ini mencerminkan tumbuhnya kesadaran akan kondisi kerja dan kecenderungan yang lebih besar dari perusahaan menengah Jepang untuk mengurangi kerja berlebihan, tetapi semuanya seimbang dengan biaya penerapan perubahan ini.

Lebih lanjut, diketahui pada awal bulan Agustus, perusahaan Sony Pictures Entertainment telah berhasil mengakuisisi Crunchyroll dan berencana untuk menggabungkannya dengan Funimation. Terlepas dari banyaknya komentar yang dikeluhkan oleh para pengguna 2 layanan streaming tersebut, namun penggabungan memberikan lebih banyak keuntungan bagi pihak Sony.