Tidak Puas Dengan Endingnya, Fans Buat Petisi Untuk Tulis Ulang Akhir Dari Manga Attack on Titan

Pada tanggal 9 April, serial manga Attack on Titan secara resmi telah mengakhiri ceritanya dengan cara yang cukup mengejutkan. Boleh dikatakan pencapaian Hajime Isayama untuk melukai hati penggemarnya sudah berhasil, meski ada pula yang merasa senang dengan ending tersebut.

Selang beberapa hari setelah tamatnya manga tersebut, sebuah forum populer di Jepang baru-baru ini sedang membicarakan satu topik yang menarik. Di mana ada sebuah petisi yang berjudul “Tulis ulang ending dari manga Attack on Titan menjadi sesuatu yang lebih sesuai”, petisi ini dibuat oleh penggemar yang merasa tidak puas dengan akhir seri tersebut.

Pengguna yang membuat petisi ini menggunakan nama Dr. Vibenari. Dia menuliskan beberapa pesan untuk penggemar lainnya “Saat ini, Shingeki no Kyojin atau Attack on Titan adalah salah satu serial manga terbaik yang pernah saya baca. Saya pikir sebagian besar fandom sangat kecewa dengan ending saat ini, endingnya terasa sangat terburu-buru bagi saya dan sebagian besar fandom juga merasakannya. Secara keseluruhan, endingnya terasa sangat berbeda dari tujuan asalnya, dan memberikan banyak fans sebuah rasa kecewa.”

Dia melanjutkan: “Contoh dari ini adalah bahwa beberapa panel hampir tampak seperti sesuatu dari serial komedi. Pesan terakhirnya juga cukup mengganggu, seorang gadis kecil atau “Founder Ymir” benar-benar “jatuh cinta” dengan pedofil penculiknya yang juga pernah memperkosanya. Ada yang salah dengan meromantisasi sesuatu seperti itu. Tiba-tiba motif karakter berubah (terutama tujuan Eren Jaeger), semua yang ada di cerita sekarang tampak tidak ada gunanya. Karakter seperti Mikasa Ackerman dan Historia Reiss sekarang terasa sedikit terbuang, semuanya terasa terlalu berbeda dengan cerita yang kita ketahui.”

Pesan lain yang mengganggu adalah bagaimana Eren melakukan segalanya untuk mencari fakta bahwa Mikasa tidak pergi bersamanya, itulah yang sebenarnya terjadi. Eren di chapter sebelumnya menyuruh Mikasa untuk “melupakan” dia, tapi di chapter ini seluruh karakternya bertentangan dengan dirinya sendiri dengan memaksa Mikasa untuk mencintai dan terobsesi padanya selama bertahun-tahun. Hal ini secara tematis tidak terasa benar dengan semua yang telah terjadi di dalam Shingeki no Kyojin, endingnya terasa sangat tidak pada tempatnya.

Sebagian besar fandom dari apa yang saya saksikan percaya bahwa Kodansha atau penerbit Isayama memiliki banyak pengaruh pada bagian akhir manga AOT yang mungkin lebih cocok dengan ending kebanyakan seri ‘shounen’ lainnya. Sekarang, saya tidak dapat berbicara kepada seluruh fandom, tetapi saya telah melihat ratusan dan ribuan penggemar (termasuk saya sendiri) mengungkapkan betapa kecewanya karakter yang terbuang percuma dan bagaimana ceritanya berubah 180 derajat.”

Adapun beberapa komentar forum yang jawaban tersorot, diantaranya “Betapa putus asa!”, “Akankah kemungkinan bahwa anime memiliki akhir yang berbeda?”, “Mengapa semua orang Barat begitu tidak puas, sedangkan hampir 7,7 miliar orang puas.”

Setelah sebelas tahun tujuh bulan sejak pertama kali dirilis pada September 2009, kini Attack on Titan telah mengakhiri serialisasinya pada bulan April 2021. Tiga puluh tiga volume kompilasi telah diterbitkan hingga saat ini, dan franchise tersebut telah beredar lebih dari 100 juta eksemplar secara global. Volume terakhir dijadwalkan rilis pada 9 Juni di Jepang, dan juga akan tersedia dalam edisi khusus.

Source
Yaraon!

Adblock Detected

Matikan Adblcoknya ya ^_^