Jepang Akan Mengumumkan Status Keadaan Darurat untuk Tujuh Prefektur

Di kutip dari NHK World dan Japan Today, Perdana Menteri Shinzo Abe bermaksud untuk mengumumkan keadaan darurat pada hari Selasa atau Rabu ini di tujuh prefektur selama sekitar satu bulan karena wabah coronavirus (COVID-19) di negara tersebut. Deklarasi yang direncanakan akan mencakup prefektur Tokyo, Kanagawa, Saitama, Chiba, Osaka, Hyogo, dan Fukuoka.

Pengumuman ini akan memberikan kuasa kepada otoritas lokal untuk memerintahkan warganya agar tetap berada di rumah dan meminta penutupan sekolah serta fasilitas lainnya. Ia menganggap hal ini sangat penting, karena meningkatnya kasus COVID-19 di tingkat nasional akhir-akhir ini. Apalagi, kondisi ini sangat berisiko bagi kehidupan masyarakat dan ekonomi nasional.

Sebelum pengumuman tersebut Abe terlebih dahulu harus meminta masukan dari dewan penasihat yang berisi para ahli di bidang medis dan kesehatan publik. Dewan penasihat inilah yang akan menentukan apakah situasi tersebut memerlukan status keadaan darurat atau tidak.

Meski demikian, Abe dikabarkan tidak berencana untuk menarapkan “lockdown” sepenuhnya dan berharap untuk “mempertahankan kegiatan ekonomi dan sosial yang diperlukan sebanyak mungkin.” Dia menyatakan bahwa transportasi umum dan toko yang menjual kebutuhan pokok lainnya akan tetap terbuka.

Di bawah keadaan darurat, pemerintah prefektur dalam keadaan tertentu, dapat mengambil alih beberapa properti dan fasilitas pribadi untuk mendirikan rumah sakit darurat, meminta suplai dan persediaan medis yang diperlukan dari mereka yang menolak untuk menjualnya, dan meminta bantuan sektor swasta dalam logistik persediaan darurat.

Per hari Minggu, jumlah kasus positif coronavirus di Jepang yang dilaporkan Japan Today mencapai 4.563 kasus, termasuk 700 kasus dari Kapal Pesiar Diamond Princess, dengan total kematian yang dilaporkan sebesar 104 jiwa. Tokyo juga mengkonfirmasi 143 kasus baru pada hari Minggu, menandai tingkat kenaikan harian tertinggi di kota itu, sehingga jumlah total kasus di ibukota menjadi 1.033.

Wabah Coronavirus COVID-19 telah mempengaruhi banyak jadwal penayangan anime dan film di tahun ini.

Source
Japan TodayNHK World

Adblock Detected

Matikan Adblcoknya ya ^_^